Seluruh Perguruan Tinggi Se-Jatim Bahas Kemahasiswaan


topjatim.com, Banyuwangi - Seluruh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN dan PTS) di Jawa Timur berkumpul di Banyuwangi, membahas berbagai permasalahan kemahasiswaan yang sedang terjadi. Acara yang bertajuk Forum Silaturahmi Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se-Jawa Timur itu, digelar di hall Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi.

Dalam acara tersebut, juga digelar penandatanganan MoU dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi, terkait pencegahan Narkotika di dalam kampus.

"Saat ini kita bahas terkait dengan kegiatan peringkat prestasi kemahasiswaan dan penataan organisasi mahasiswa. Juga kita lakukan kerjasama dengan BNN-P tentang penyalahgunaan narkoba," ujar Arief Prajitno, Ketua Forum Silaturahmi PTN/PTS se Jawa Timur, kepada wartawan, Kamis (26/1/2017).

Tak hanya itu, kata Arief, bidang kemahasiswaan harus mengetahui segala permasalahan kemahasiswaan yang saat ini sedang terjadi. Salah satunya yakni terkait dengan kasus yang terjadi di Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta.

"Makanya kita akan bahas saat ini terkait kegiatan UKM di kampus. Jangan sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan. Bukan melarang tapi mengarahkan ke hal positif," tambahnya.

Acara tersebut juga dihadiri Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Di hadapan para wakil rektor berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Timur, Bupati Anas mengajak kepada perguruan tinggi untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyediakan data. Dengan data tersebut, perguruan tinggi dapat berkontribusi menyelesaikan persoalan rakyat.

"Kampus harus mampu bantu kami. Jika kampus tidak terlibat dalam penyediaan data, maka kampus selamanya hanya akan berada di menara gading," kata dia.

Pemkab Banyuwangi sendiri, ungkap Anas, selama ini telah menjalin berbagai proyek penelitian dengan melibatkan seluruh kampus di Banyuwangi. Bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi, banyak hasil riset PT berhasil menyelesaikan problematika masyarakat.

"Ada belasan penelitian tiap tahunnya dari kampus di Banyuwangi yang bermanfaat bagi penyelesaian masalah di tengah masyarakat. Seperti halnya hasil penelitian dari kampus Untag Banyuwangi yang melakukan penelitian terkait dengan pengelolaan buah naga," ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh perwakilan BNN-P. Saat ini, BNN Provinsi membutuhkan kampus untuk tidak hanya untuk melakukan sosialisasi penyalahgunaan narkoba saja. Namun lebih kepada kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

"Saat ini sudah bertambah menjadi 8 PT yang bekerjasama dengan kita. Kita harapkan ada penelitian masing-masing PT di daerah yang kemudian dibagikan ke kita untuk pengembangan survei kita. Dan kita juga berharap tercipta pula alat deteksi narkoba yang lebih sampel," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat pada BNN-P Jawa Timur, AKBP Ria Damayanti.  [dtk]

0 Comments