topjatim.com - Beberapa wilayah di Indonesia dinilai kurang memiliki nilai bisnis bagi operator telekomunikasi seluler. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dalam diskusi media Visi Indonesia Sentris Pemerataan Papua yang digelar di Jakarta, Minggu (5/3/2017).
Faktor tersebut juga turut membuat beberapa operator kurang melakukan ekspansi ke wilayah yang dianggap kurang memiliki potensi bisnis.
"Bukan hanya di daerah timur tetapi ada beberapa daerah yang secara bisnis tidak visible bagi operator. Operator kan semua orientasinya bisnis, namanya juga operator," kata Rudiantara di Jakarta.Ia menjelaskan bahwa dari 517 kabupaten/kota di Indonesia, ada 57 kabupaten kota yang dianggap tidak visible secara bisnis. Daerah tersebut menjadi fokus lokasi yang dijangkau Kominfo dalam proyek Palapa Ring.
"Dari 514 kabupaten kota, ada 57 kabupaten kota yang dianggap tidak visible secara bisnis. Jadi di 57 kabupaten kota itulah pemerintah masuk," jelasnya.Menurutnya, meskipun tidak visible secara bisnis, daerah tersebut memiliki nilai ekonomi bagi tanah air. "Tapi bagi kami pemerintah, Indonesia adalah Indonesia.
Nah daerah yang dianggap tidak visible secara bisnis, tapi available punya nilai ekonomi, pemerintah masuk, Kominfo masuk," ujarnya. (kem)
0 Comments